Perjalananku menjadi seorang TDA

Blog ini menjadi media perjuanganku melangkah menuju perubahan dari kuadran kiri ke kanan, dari TDB (Tangan Di Bawah) ke TDA (Tangan Di Atas)dan menjadi akses bagi teman2 yang memiliki visi dan misi entrepreneur

Sunday, March 30, 2008

Apa yang terjadi setelah Agustus 2007......

Sudah lama rasanya tidak menyapa saudara2 ku....hampir terlupakan rasanya menulis kembali, seperti terlahir kembali. Tapi yang jelas selama 7 bulan ini banyak sekali loncatan2 yang ingin saya sharingkan ke teman2. Selama 7 bulan ini saya cukup banyak menghabiskan waktu mendirikan bisnis2 baru dan sibuk dengan proses bank hingga akhirnya sekarang sudah memiliki aset properti sebanyak 3 rumah (terimakasih ilmunya pak Miming/mentor EU dan pak James/TDA property). Jika mengingat kembali 2 tahun kemaren saya seolah tidak percaya bahwa kekuatan mimpi ini emang luar biasa.....

Saya mulai berkutat dengan buku2 yang mengupas tentang NLP, Law of Attraction, Success story dari pengusaha2 dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat yang bersamaan pula saya juga mengalami kerugian puluhan juta rupiah atas investasi yang sedang saya terjuni......luar biasa sekali, baru kali ini saya mengalami kerugian sebanyak itu untungnya Tuhan mendatangkan seorang trainer sekaligus motivator Pak Yusef Hilmi yang memberikan pelatihan2 kepada kami di Samarinda....luar biasanya lagi dari pertemuan yang singkat tadi saya tidak lagi kepikiran atas kerugian kemaren malah saya bersemangat untuk kembali fokus untuk mencapai target penghasilan di umur 35 tahun nanti akan memiliki NET PROFIT 1 Milyar per bulan....Allahu Akbar

Tekad sudah bulat...Insya Allah bertepatan tanggal 1 April saya akan mengajukan surat resign ke perusahan yang selama 4 tahun ini telah banyak memberikan warna dalam kehidupan saya. Sungguh berat memang meninggalkan teman2 dan bos2 di perusahan ini, tapi hidup harus berjalan terus dan salah satu syarat untuk lepas landas harus menyegerakan diri ke luar dari ZONA NYAMAN artikata tidak akan lagi merasakan tinggal di rumah dinas dimana seluruh fasilitasnya free dari listrik, air, tv cabel, tagihan pulsa komunikasi beserta mobil dinas dan bahan bakarnya.

Berarti tinggal 1 bulan lagi predikat amphibi akan kutanggalkan dan segera memasuki dunia baru....dunia full TDA....dunia yang penuh persaingan, penuh resiko, penuh ketidakpastian..... tapi begitu banyak berkah dan rahmat yang ditabur Allah.

Amin....

Wasalam.

Salam FUNtastik

Baca selengkapnya...

Monday, August 20, 2007

"The secret" bukti kekuasaan Tuhan

Buku The Secret akhir-akhir ini menjadi bacaan favorit di kalangaan anak2 EU Samarinda malah stok buku ini di Gramedia sudah habis. Buku ini seketika menjadi barang langka, mencarinya ke teman2 untuk dipinjam juga agak susah karena sudah di booking, he...he... luar biasa sekali buku ini. Akan lebih dahsyat lagi jika versi DVD nya sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Samarinda.

Terlepas dari kepopuleran buku ini, saya mencoba menyampaikan buah pikiran saya untuk menanggapi tulisan2 dalam buku ini walau terus terang saja saya belum sempat menyelesaikannya karena keburu dipinjam oleh teman...he..he...

Seperti yang ditulis oleh mas Yoyok mengenai Posisi Tuhan dalam THE SECRET saya berpandangan bahwa alam semesta yang digambarkan dalam buku ini merupakan energi terbesar yang akan menerima frekwensi pikiran manusia dan mengembalikannya ke manusia bersama perwujudan2 yang pernah manusia pikirkan. Law of attraction menjadi hukum terbesar dan dominan di alam semesta ini. Sebenarnya selain hukum keterkaitan (law of attraction) masih ada hukum2 lain yang terintegrasi dengan hukum ini yaitu hukum keseimbangan dan hukum sebab-akibat. Menurut saya ketiga hukum ini bekerja di alam semesta secara simultan dan terintegrasi.


LAW OF ATTRACTION (hukum tarik menarik)

Rata2 manusia memikirkan 60.000 hal dalam sehari, pikiran2 tersebut ada yang terwujud dan ada yang hanya menjadi bunga mimpi saja. Pikiran2 manusia yang disampaikan ke alam semesta dan diperkuat dengan kekuatan emosi akan menarik kemiripan2 atau menarik apa saja untuk mewujudkan mimpi manusia ini. Kekuatan pikiran ini harus diperkuat setiap saat hingga menjadi blue print dalam alam bawah sadar manusia, sehingga sebenarnya alam bawah sadar inilah yang akan menggerakan aktifitas tubuh kita untuk bertemu dengan aktifitas2 yang akan mewujudkan mimpi2 ini. Saya terus melatih hukum ini dengan latihan ringan seperti memikirkan bahwa saya mampu menemukan tempat parkir yang saya inginkan dalam suatu area parkir di kawasan mall Lembuswana di Samarinda yang terkenal sangat padat itu. Sejak saya melangkahkan kaki dari rumah menuju mall tersebut saya memimpikan tempat tersebut secara detail dan hampir setiap saat saya ulang mimpi ini dalam pikiran saya dan saya yakin mimpi ini mulai terbentuk dalam bawah sadar saya. Dan Alhamdulillah dalam 3 kali percobaan saya selalu menemukan ruang kosong cocok seperti mimpi saya untuk memarkirkan mobil saya di antara parkiran yang padat tersebut. Nah seandainya jika saya hanya bermimpi saja tanpa melakukan action maka mustahil kita akan membuktikan buah kekuatan pikiran tersebut yang mampu menarik apapun untuk mewujudkan mimpi tersebut.

LAW OF BALANCE (hukum keseimbangan)

Apa saja di muka bumi akan berusaha menuju pada keseimbangan, sebagai contoh jika manusia melakukan perusakan hutan maka secara langsung akan merusak ekosistem kehidupan di daerah perusakan tersebut, sehingga untuk menyeimbangkan maka alam akan merespon dengan mengirimkan banjir ke kota. Ini menurut saya adalah bencana bagi manusia tapi bagi alam semesta banjir itu adalah cara untuk menyeimbangkan kembali kehidupan tersebut. Contoh berikutnya adalah ketika saya dulu belajar proses korosi logam dibangku kuliah, semua logam dimuka bumi secara spontan akan bereaksi dengan oksigen membentuk logam oksida, sehingga hampir mustahil kita menemukan logam murni di alam ini. Tetapi dengan proses rekayasa pirometallurgy, manusia dapat mengekstrak bijih besi (Fe2O3) di alam semesta kemudian dimurnikan sehingga manusia mampu mendapatkan logam besi murni. Dengan rekayasa material manusia mulai memadukan besi murni (Fe) dengan unsur murni lain sehingga terbentuk logam paduan yang tahan karat (stainless steel). Secara logika kita stainless steel tidak akan berkarat, padahal sebenarnya pipa2 yang terbuat dari material tersebut ketika disimpan di udara terbuka maka secara spontan besi murni tadi akan bereaksi lagi dengan oksigen membentuk lapisan Fe2O3 yang sangat tipis sekali dipermukaan pipa tersebut dan jika lapisan ini rusak maka proses korosi (berkarat) akan mudah sekali terjadi. Proses reaksi spontan di atas inilah yang merupakan bukti terjadinya hukum keseimbangan, jadi keseimbangan terjadi secara spontan tanpa dipaksakan.

LAW OF CAUSAL (hukum sebab akibat)

Hukum ini bekerja jika kita sebagai subject memberikan aksi pada object sehingga object tadi akan bereaksi menjadi sesuatu disesuaikan dengan aksi yang kita berikan. Sir Isaac Newton sangat sadar dengan hukum ini sehingga terciptanya Hukum Newton salah satunya terilhami dari hukum alam ini selain jatuhnya buah apel karena ditarik oleh gaya gravitasi bumi (law of attraction). Nabi Muhammad SAW menyunnahkan pengikutnya untuk memberikan senyuman kepada sesama karena senyuman akan memberikan efek (akibat) rahmat kepada lingkungan sekitarnya sehingga senyuman ini dapat mencairkan kebekuan hati manusia. Sedekah juga merupakan bagian dari bukti bekerjanya hukum sebab akibat dimana orang yang banyak sedekah menyebabkan orang disekitarnya akan merasa bahagia karena pertolongan si Dermawan ini mampu meringankan beban orang yang fakir sehingga doa2 para fakir ini untuk keberkahan si Dermawan ini terus mengalir, efeknya bagi si Dermawan bukan semakin miskin justru semakin kaya dan barokah.

Jadi sebenarnya alam semesta dalam "THE SECRET" merupakan sebuah sistem dimana semua hukum termasuk ke-3 hukum tersebut menjadi piranti atau komponen dalam sistem raksasa tersebut. Dan yang menciptakan sistem tersebut adalah Allah SWT. Jadi Allah menciptakan sistem beserta hukumnya tersebut jauh2 hari sebelum manusia diciptakan. Jadi bagi manusia tinggal menggunakan hukum2 tersebut, hukum2 tersebut tidak perlu dibuktikan melainkan digunakan supaya kita dimudahkan dalam beribadah ke Allah SWT.

Bagi sebagian besar manusia menganggap tulisan di buku tersebut adalah rahasia tapi bagi Al-Qur'an itu adalah fakta bagi orang2 yang berfikir. Kekuatan pikiran jika diolah secara benar maka kita sebagai manusia akan mudah mencapai apapun yang kita inginkan. Karena dari kemampuan otak kita yang terdiri dari berjuta-juta sel ini baru kita gunakan +/- 1 % saja.

Sekarang pikirkanlah apa yang kita inginkan, mau menjadi orang sukses, mau memiliki kekayaan yang tidak terbatas, mau memiliki waktu yang tidak terbatas......semuanya kembali kepada kita. Jika kita salah memimpikan maka ingat adanya hukum sebab akibat , jika kita berlaku khianat dan dzhalim dalam mencapai mimpi tersebut maka alam semesta yang telah di setting oleh Allah SWT tersebut akan memberikan balasan sesuai dengan action yang kita berikan ke alam semesta.

Di dunia banyak orang besar terlahir karena pemikirannya yang besar.

SEMOGA MENJADI ILMU BAGI KAUM YANG BERFIKIR.

Salam FUNtastic...

Baca selengkapnya...

Monday, August 13, 2007

Mijan : Dapet 1 milyar dari properti dengan modal dengkul dan tidak ada hutang

( Mijan duduk disebelah kanan saya atau duduk no. 2 dari sisi kanan )


Hari itu Jum'at 10 Agustus 2007 peserta mentoring dibuat takjub atas testimoninya sdr. Mijan yang saat ini masih berprofesi sebagai karyawan PNS, kami semua mendapatkan banyak inspirasi dari perjalanannya, termasuk saya sendiri. Perjalanan pria yang low profile ini dimulai setahun yang lalu setelah mengikuti seminar pak Nurdin (seorang pengusaha SPBU dari Mataram-NTB), dimana materi mentoring EU tersebut mengenai "POSITIVE THINKING" dan "THE POWER OF THINKING". Dari beberapa materi yang disampaikan pak Nurdin, materi visualisasi mimpilah yang mampu mengubah keyakinan sdr. Mijan ini untuk melangkah lebih jauh malah bagi istri nya dikatakan bahwa dia sudah GILA.

Sesampainya Mijan di rumah dia langsung menuliskan mimpinya di belakang kertas kalender yang berwarna putih itu. Mimpinya cukup "GILA" bagi kebanyakan karyawan PNS yang masih tinggal dalam rumah kontrakan yaitu ingin mempunya rumah sebanyak "......". Melihat gelagat sdr. Mijan tersebut tentu saja istrinya keheranan dan tidak setuju dengan apa yang di mimpikan oleh suaminya.

Pendek kata, Mijan bergrilya dari satu properti ke properti yang lain, dari developer satu ke developer yang lain, dan hasilnya "NIHIL" kenapa......? karena Mijan merasa keberatan dengan persyaratan2 yang ditawarkan dari mereka seperti masalah DP atau mengenai persyaratan2 yang lain.........walau ditengah kebimbangan itu dia tetap meyakini apa yang dikatakan pak Purdie "Mulailah action......lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal mencoba". Rupaya Law of Attraction bekerja pada dirinya, dimana mimpinya semakin menguat dan menjadi pendorong dirinya untuk lebih berusaha lagi mendapatkan properti yang dia inginkan. Semua frekwensi yang dipancarkan dari pikirannya rupanya mencari dan menarik pikiran2 yang memiliki frekwensi yang sama.

Transaksi properti terjadi di desa kutai lama (di pinggiran kota Samarinda), dimana rumah kecil yang memiliki luas tanah 900 M2 itu menarik perhatian Mijan, dengan ketertarikannya itu dimulailah tawar menawar dan ternyata rumah tersebut akan dijual sebesar Rp. 300 juta, dengan PD nya Mijan meminta waktu untuk menyediakan dana tersebut dan saat itu dia juga berterus terang kepada pemilik rumah bahwa saat ini dia tidak memiliki dana cash tapi dia berjanji akan membelinya. Akhirnya pemilik rumah mengabulkan penundaan tersebut. Setelah itu Mijan bergegas ke bank untuk mengajukan kredit dan luar biasa sekali rupanya bank langsung menyetujui dalam waktu 1 minggu dan angkanya juga sangat fantastis yaitu kredit Rp. 700 juta, jadi Mijan dapat kelebihan dana (cash back) Rp. 400 juta.......LUAR BIASA !!!

Setelah proses jual beli properti ini Mijan merasa terharu rupaya apa yang dipikirkan dan mimpikan menjadi kenyataan dan keyakinannya terus tumbuh bahwa dia bisa mewujudkan mimpi-mimpinya yang lain. Berselang 3 bulan Law of Attraction bekerja kembali.........rupanya rumah Mijan tersebut berada di lokasi pengembangan galangan kapal seorang pengusaha perkapalan keturunan Tionghoa. Alhasil sang pengusaha tersebut mencoba merayu Mijan untuk menjual rumah tersebut dan tentu saja bagi Mijan hal itu sangat berat bagi dia untuk menjual karena dia sudah jatuh cinta pada rumah itu dan belum lama ditempatinya. Rupaya Allah memberikan rizki yang luar biasa..........ternyata pengusaha tersebut mematok harga beli rumah tersebut seharga 1,3 Milyar padahal rumah tersebut belum sempat di renovasi oleh Mijan, sejenak Mijan berfikir..........dan kemudian menyetujui transaksi kedua tersebut. Bisa kita bayangkan berapa dana cash yang dimiliki Mijan ? benar Rp. 1,7 Milyar dalam waktu 6 bulan ( Rp. 1,3 dari penjualan properti ini dan Rp. 400 juta dari cash back yang didapat dari bank).

Rupanya Mijan tidak mau ambil pusing dia segera menutup hutang dia di bank tersebut sebesar Rp. 700 juta sehingga dana cashnya tersisa Rp. 1 Milyar saja (tanpa hutang di Bank lagi loh...). Walau demikian mimpi terus berjalan, setengah dari dana itu dia ambil lagi untuk mengambil DP 13 rumah lagi di kota Sangata dan Tenggarong. Akhirnya mimpi dia untuk memiliki sejumlah rumah terkabul dan harga sewa rumah2 tersebut menutupi kredit dia di bank yang lain. Dan saat ini dia masih punya dana cash Rp. 500 juta yang siap digulirkan untuk usaha yang lain.

LUAR BIASA....terlalu banyak kebetulan yang tidak kebetulan dalam testimoni ini.

Hikmah apa yang saya dapat :

1. Perlu untuk memvisualisasikan mimpi dan meng-afirmasi mimpi2 tersebut dalam kehidupan sehari-hari atau setiap saat, tujuannya untuk membentuk mimpi tersebut menjadi blue print di alam bawah sadar kita. Tentu saja emosi harus terlibat dalam hal ini.

2. Jangan pernah mundur setelah maju dan be positive thinking

3. Secara teknis lebih baik bertransaksi di properti di luar real estate karena baik pemilik properti maupun bank agak susah untuk membaca harga properti saat ini artinya terlalu banyak variable yang mesti dihitung dan berbeda sekali dengan properti di dalam kawasan developer yang sudah terbaca dengan mudah oleh bank sehingga kesulitan kita adalah untuk mendapatkan cash back yang lebih besar.

Semoga posting ini menjadi inspirasi dan motivasi para pembaca termasuk diri saya sendiri.

Wasalam,

Salam FUNtastic....

Baca selengkapnya...

Wednesday, August 01, 2007

Resensi Buku : Kisah Sukses Google oleh Mula Harahap


Resensi Buku Oleh; Mula Harahap

Kisah Sukses Google
David A. Vise dan Mark Malkseed
Alex Tri Kantjono (Penerjemah)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2006
ISBN: 979-22-2283-9
XX + 362 halaman


Ada tiga alasan yang menyebabkan saya tertarik untuk membeli buku ini. Alasan yang pertama ialah perkataan “Google” itu sendiri. Sebagai orang yang tidak terlalu mengerti seluk-beluk internet, tapi yang hampir setiap hari menggunakannya, saya sering mendengar perkataan tersebut.


Saya tahu bahwa “Google” adalah salah satu jasa pencari kata atau informasi di internet. Dia hampir sama seperti “Yahoo!” Ketika saya mengetikkan sebuah kata atau rangkaian kata, dia akan membeberkan sejumlah halaman web yang memuat kata atau rangkaian kata tersebut.

Saya selalu kagum dibuatnya. Entah bagaimana caranya dia mengambil semua halaman web yang ada di muka bumi ini dan menaruhnya ke dalam komputernya di AS–atau entah dimana. Tapi ketika dari kamar saya di Kelurahan Sumur Batu—Kecamatan Kemayoran Selatan—Jakarta Pusat—Indonesia saya mengetikkan sebuah perintah, maka komputer di AS–atau entah dimana–itu bekerja mengaduk-aduk puluhan atau ratusan juta “lembaran” halaman web yang ada. Dan–bimsalabim–hanya dalam waktu beberapa detik, kepada saya sudah dijajarkan beberapa halaman web yang mengandung kata tersebut, dan saya dipersilakan untuk mencari atau meng-”klik”-nya lebih jauh.

Kemudian yang membuat saya menjadi lebih kagum lagi ialah, ketika menyadari bahwa “Google”, “Yahoo!” dan yang lainnya itu ternyata bukan hanya menyediakan jasa pencari kata, tapi juga menyediakan jasa lain seperti “host” e-mail, milis, berita, dsb. Dan semua itu mereka berikan kepada saya–dan kepada jutaan orang lainnya di dunia
ini–secara cuma-cuma. “Dari mana mereka ini memperoleh keuntungannya?” itulah pertanyaan yang selalu muncul di benak saya. (Dari majalah yang pernah saya baca, saya tahu bahwa perusahaan jasa pencari kata–dan jasa-jasa lainnya itu–mendapat keuntungannya dari iklan. Tapi kalau saya perhatikan, iklan yang ada di web perusahaan jasa pencari kata itu tidaklah terlalu banyak. Dia tidak sebanyak di halaman iklan Harian Kompas. Lalu saya menjadi bertambah bingung ketika di majalah Newsweek saya membaca bahwa “Google” dan “Yahoo!” ini adalah perusahaan-perusahaan dengan omset miliran
dolar per tahun).

Alasan yang kedua yang membuat saya membaca buku ini ialah, bahwa buku ini tidak punya banyak catatan kaki, tabel dan indeks. Sebagai orang yang membaca buku non-fiksi untuk tujuan sekedar menambah pengetahuan, bukan untuk melakukan penelitian kepustakaan atau
menulis karya ilmiah, saya sangat perduli dengan hal ini. Saya tak pernah suka membaca buku non-fiksi yang penuh catatan kaki, tabel dan indeks karena saya merasa hal-hal tersebut selalu mengganggu kelancaran dan kenyamanan membaca saya.

Sejalan dengan alasan yang kedua seperti tersebut di atas, maka alasan yang ketiga yang membuat saya membaca buku ini ialah, bahwa buku ini ditulis oleh seorang wartawan pemenang Pulitzer Prize. Buku ini ditulis dengan gaya bercerita yang enak.

Ketiga alasan yang mendasari saya membaca buku ini ternyata tidak salah. Dari mulai membaca Bab Pertama saya sudah dibuat terpukau seperti membaca sebuah buku cerita detektif atau perang.

Mula-mula saya kagum membaca budaya “inovatif” dan “entreprenur” yang berkembang di kalangan orang muda AS. Sergey Brin dan Larry Page adalah dua mahasiswa program S3 ilmu komputer di Universitas Stanford. Tapi program penelitian yang mereka lakukan ternyata
mempertemukan mereka untuk bersama-sama mengembangkan sebuah komputasi baru dalam pencarian informasi.

Sebenarnya pada saat itu–tahun 1998–sudah ada beberapa teknologi komputasi dalam pencarian informasi di internet. Tapi teknologi itu belum terlalu memuaskan. Melalui diskusi dengan sesama rekan mahasiswa dan dosen pembimbing Sergey Brin dan Larry Page semakin
menyempurnakan program tersebut. Akhirnya, pada suatu tahapan, mereka sadar bahwa apa yang sedang mereka kembangkan ini bisa menjadi sebuah “tambang emas”. (Pada saat itu–di akhir tahun 1990-an–AS memang sedang dilanda demam inovasi membuat sesuatu yang
berkaitan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Berbagai perusahaan “software” dan “dotcom” bermunculan. Sebagian layu sebelum berkembang, tapi sebagian lagi–seperti “Yahoo!”, “Amazon” dsb–melesat dan mengalami sukses besar
secara komersil).

Sergey Brin dan Larry Page akhirnya memutuskan untuk cuti kuliah dan memusatkan upaya untk mendirikan perusahaan “Google Inc”, mengembangkan teknologi mesin pencarinya dan sekaligus memperkenalkan “Google.com” di internet.

Mula-mula—tahun 1998–mereka mendirikan kantor di sebuah garasi di daerah Menlo Park. Komputer yang mereka pergunakan masih sangat sederhana, yaitu rangkaian dari beberapa komputer PC yang dipinjamkan oleh teman-teman. Dan uang tunai yang menjadi modal awal
mereka hanyalah 100.000 dolar. Itu pun merupakan pinjaman.

Tapi kisah selanjutnya adalah kisah tentang dua orang muda–di bawah 30 tahun–yang harus bekerja keras menyempurnakan penemuannya, mengatur strategi bagaimana menghadapi dan menaklukkan pesaing yang telah lebih dulu “established”, dan mengatur strategi bagaimana mencari tambahan modal tanpa harus “ditelan” oleh pemilik modal.

Begitulah, dari perusahaan dengan penjualan sebesar 200 ribu dolar pada tahun 1999, Google.Inc berkembang menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar 3,2 miliar dolar pada tahun 2004.

Hal lain yang membuat saya kagum ketika membaca buku ini ialah bagaimana kedua orang muda pendiri Google.Inc itu tetap memelihara gaya hidup dan kultur “main-main” yang kondusif bagi “kreativitas” perusahaan. Di dalam buku ini–misalnya–saya membaca bagaimana Sergei Brin dan Larry Page berusaha untuk mendesain kantor mereka agar lebih menyerupai kampus perguruan tinggi dan arena bermain “play group” anak-anak. Mereka berupaya untuk membuat karyawan yang bekerja di “Google Inc”–yang umumnya adalah para doktor ilmu komputer itu—untuk betah seharian tinggal di kantor dan melakukan berbagai inovasi. Bahkan secara khusus “Google Inc” mempekerjakan seorang koki ternama untuk setiap hari mengatur menu dan memasak makanan yang lezat bagi semua karyawan.

Hal lain lagi yang membuat saya kagum ialah bagaimana cara “Google.Inc” mendapat uang dari iklan-iklan perusahaan yang terkait dengan hasil pencarian halaman web, dan yang secara otomatis muncul di sebelah kanan layar komputer.

Dengan penempatan iklan seperti yang telah diuraikan di atas, maka orang yang ingin mengetahui lebih jauh tentang suatu hal yang berkaitan dengan kata atau rangkaian kata yang dicarinya itu, dan yang hasilnya ditampilkan dalam bentuk informasi halaman web, akan
tergoda untuk mengklik iklan. Dan biaya yang dikenakan “Google” kepada pemasang iklan akan didasarkan atas jumlah “klik” yang diperoleh iklan tersebut.

Biaya yang harus dibayar oleh si pemasang iklan mungkin hanya beberapa sen untuk per satu “klik”. Tapi karena setiap hari ada ratusan juta orang yang masuk ke Google maka bisa dibayangkan berapa besar pendapatan mereka.

Hal lain lagi yang membuat saya kagum ialah inovasi-inovasi yang tak henti-hentinya dilakukan oleh “Google.Inc” untuk membuat jasa pencariannya lebih banyak dipergunakan orang, dan untuk membuat wesite-nya lebih banyak dikunjungi orang. Di dalam buku ini—misalnya—saya membaca bagaimana ambisi “Google.Inc” untuk men-”scan” jutaan judul buku dan memasukkannya ke dalam komputernya, sehingga apa pun yang di-”klik” orang dalam kaitan dengan isi buku akan bisa terlihat di “Google.Com”.

Seraya membaca buku yang “ditulis dengan gaya kisah detektif ini”–dan inilah memang yang menjadi “blurb” pada sampulnya–berbagai pikiran memenuhi kepala saya: Saya terpikir akan orang-orang muda Indonesia, yang–karena faktor sosial, budaya, dan hukum– masyarakatnya masih belum menghargai kreativitas dan inovasi. Saya terpikir akan orang-orang muda Indonesia, yang selalu beranggapan bahwa cara mencari uang itu hanyalah dengan menjadi pemasok dan kontraktor Pemerintah, dan yang pengetahuannya hanyalah menyogok dan menyuap pejabat. Saya terpikir akan orang-orang muda Indonesia yang
kreatif dan inovatif, tapi yang nasibnya kurang beruntung, karena bank dan perusahaan modal ventura tak pernah mau melirik dan membiayai penemuan mereka.

“Kisah Sukses Google” yang diterjemahkan dengan sangat baik ini memang hanyalah sebuah buku bacaan umum. Tapi buku ini sangat inspiratif. Saya rasa ia akan sangat bermanfaat bila dibaca oleh orang-orang muda, agar–di tengah iklim dunia usaha yang lesu seperti sekarang ini–mereka mau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, alih-alih hanya mencari dan menunggu lowongan pekerjaan[.]

Salam FUNtastic.

Baca selengkapnya...

Monday, July 30, 2007

5 pertanyaan untuk menjadi Pengusaha


(dari gambar pada barisan nomor 1 (jongkok) dari kiri Candra, Ahadi, kemudian saya yang menggunakan kemeja putih, dan Juni. Sedangkan pak Teguh berada pada barisan 2 atau no. 8 dari sebelah kiri)

Banyak ilmu yang saya dapatkan dari mentoring Pak Teguh (General Manager TB dan TK Primagama) pada malam minggu 28 Juli 2007. Seperti pementor2 sebelumnya beliau kali ini mengajak ke pada kami semua untuk menyegerakan memulai usaha, terlepas usahanya bergerak di bidang jasa, retail maupun bisnis lobi. Dari yang dipaparkan pak Teguh ada yang cukup menyita perhatianku yaitu mengenai "5 PERTANYAAN UNTUK MENJADI PENGUSAHA"

Pertanyaan2 ini bisa dipilih salah satu untuk memandu kita memulai usaha.

1. Apa yang SAYA bisa (disesuaikan dengan kompetensi yang kita miliki)
Pertanyaan ini mencoba menggambarkan bahwa dengan keahlian/skill yang kita miliki dapat menjadi modal awal untuk memulai usaha. Contohnya jika kita punya keahlian bermain musik maka dengan mudah kita menggunakan skill ini untuk mengajarkan orang lain untuk bisa bermain musik, seperti pak Purwa dengan sekolah musik Purwacaraka - nya. Usaha yang didasari dari kompetensi ini cenderung lebih "survive" dikarenakan kita sebagai Business Owner lebih tau detailnya sehingga proses yang berjalan dapat diikuti day to day dan secepatnya akan mengetahui jika terjadi "sesuatu yang ganjil". Keuntungan lainnya karena kita sendiri yang melakoni bisnis ini maka cost operasionalnya dapat ditekan seminimal mungkin karena tidak perlu menggaji seorang manager untuk mengatur operasional selain itu sedini mungkin mencegah terjadinya kebocoran pengeluaran. Walau demikian kerugiannya adalah kita akan terjebak dalam kondisi "IN BUSINESS" dimana day to day kita habiskan untuk fokus pada bisnis ini, kecenderungan customer lebih percaya kita daripada staff kita menyebabkan kita sulit untuk mendelegasikan tanggung jawab operasional ke orang lain, sehingga kemungkinan untuk mengembangkan bisnis akan terhambat.

2. Apa yang SAYA sukai (hobby oriented)
Konsep ini hampir sama dengan point 1 dimana bisnis yang dikembangkan dari hobi jauh lebih "tahan banting". Hobi kita akan tersalurkan sehingga berapapun cost operasional yang dibutuhkan kita tidak pernah merasa menyesal, motivasi bisnis ini jauh lebih kuat. Contoh kasus bisnis penyewaan buku cerita - komik, hobi membaca dan mengkoleksi komik akan tersalurkan di bisnis ini, sehingga berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk membeli komik2 lawas (lama) dan new release tak akan jadi masalah. Customer semakin banyak yang datang ke outlet kita jika koleksi kita lengkap dan ter-update. Pelanggan setia akan bertambah seiring semakin lengkapnya koleksi kita. Kelemahan dari bisnis ini adalah susah untuk diduplikasi (menurut saya,red.) sehingga kesulitan dalam mengembangkan bisnis ini untuk menjadi beberapa cabang.

3. Siapa disekitar SAYA yang bisa
Maksudnya, kita tidak harus punya kompetensi tertentu untuk membuka jenis usaha tertentu. Yang kita butuhkan adalah mencari orang2 yang punya kompetensi yang kita inginkan untuk bekerja pada kita. Dari awal pendirian bisnis ini kita sudah menjadi BOS, kita tinggal menyampaikan konsep2 kita dan mencari manager2 yang dapat mem follow up konsep2 atau ide2 kita. Kita sebagai BOS hanya memberikan GOAL buat mereka dan tugas mereka lah sebagai "orang gajian" untuk bekerja mewujudkan mimpi kita. Banyak sekali keuntungan dari konsep ini dimana waktu kita jauh lebih banyak untuk memikirkan pengembangan bisnis, dan semakin banyak karyawan yang kita pekerjakan di bisnis ini maka pintu Rahmat Allah semakin terbuka lebar buat kita dan semua orang yang kita nafkahi. Walau demikian kita harus waspada terhadap kecurangan2 yang akan dilakukan oleh karyawan kita dan kita membutuhkan cost yang lebih besar untuk menjalankan bisnis yang management-nya kita delegasikan ini.

4. Apa yang disekitar SAYA bisa digunakan (resources oriented)
Coba kita perhatikan lingkungan di sekitar kita, apakah ada hal2 yang bisa kita bisnis-kan, potensi apa yang ada disekitar kita yang bisa kita kembangkan. Misalkan rumah kita dekat TPA (tempat pembuangan akhir), ini adalah peluang bisnis loh...akan banyak tercipta bisnis turunan di sekitar daerah ini, walaupun bagi sebagian orang tempat ini dianggap "sampah". Saya pernah mendengar kisah seorang pengumpul botol2 plastik yang punya omset 65 juta per minggu (atau sekali pengiriman potongan2 plastik yang sudah dihancurkan ke sebuah pabrik plastik di Surabaya).

5. Apa yang dibutuhkan orang-orang disekitar SAYA (market oriented)
Perhatikan disekeliling kita apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di sekitar rumah kita dan saat ini belum ada satupun orang yang berusaha memfasilitasi ataupun menyediakan. Ini adalah peluang loh...contoh kasus, belum genap 3 bulan dibukanya TOKO KRISBOW di Samarinda telah menjadi referensi bagi para kepala rumah tangga di kota ini untuk mencari keperluan2 rumah tangga seperti alat kantor, perkakas, peralatan safety dan diantara produk2 yang mereka jual ternyata genset menjadi produk yang laris manis. Hal ini rupanya dibaca oleh mereka dimana setahun ini kota-kota di Kalimantan mengalamai byar-pet akibat kekurangan pasokan energi listrik. Kebutuhan genset pun menjadi barang primer bagi rumah2 di Samarinda. KRISBOW menangkap peluang ini dengan menawarkan genset dari kapasitas 1000 VA hingga 15 KVA, produknya pun sangat berkualitas dengan jaminan 1 tahun, selain itu KRISBOW terbilang lengkap.

So........dari 5 pertanyaan diatas mana yang kita jadikan panduan untuk kita dalam memulai usaha/bisnis.

Salam FUNtastic.

Baca selengkapnya...

Tuesday, July 24, 2007

Inspirasiku atas kesuksesan Pak Nur Dahyar

Malam ini saya sangat susah tidur karena baru saja selesai maen Futsal bersama karyawan kantor. Untuk mencari rasa kantuk kucoba untuk browsing2 internet dan di search engine kutuliskan frase "kisah sukses". Teknologi internet emang luar biasa banget, dalam sekejap laptopku sudah menampilkan banyak sekali kisah-kisah sukses, setelah kupilah-pilah dan ternyata saya tertarik untuk membaca artikel Harian Sore Sinar Harapan pada tahun 2003 yang ditulis oleh bapak Sigit Wibowo.

Tulisan ini berjudul "Kisah Sukses Pengusaha UKM, Nur Dahyar
Dari Karyawan Menjadi Rekanan Toyota"
, luar biasa banget dan penuh inspirasi selain dikarenakan latar belakang kuliah saya dulu yang bersentuhan dengan dunia metalurgi maka kisah ini memberikan beberapa AHA kepadaku. Untuk selengkapnya saya kutip langsung dari artikel tersebut untuk saya sharingkan ke pembaca, mungkin saja teman pembaca mendapatkan inspirasi dari cerita dibawah.

----------------------------

Siapa yang membayangkan orang yang dulunya bekerja di bagian produksi pabrik Toyota Astra Motor (TAM) bisa mengubah nasibnya menjadi rekanan yang memasok komponen pada perusahaan otomotif terbesar di Indonesia tersebut?

Mungkin ada, tidak tidak terlalu banyak. Dan salah satunya adalah Nur Dahyar. Nur—demikian ia biasa dipanggil-membuka usaha pallet setelah “mencuri” ilmu di TAM selama 9 tahun. Saat ini pallet buatan perusahaannya tidak saja digunakan memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke luar negeri. “Sejak awal saya memang mempunyai rencana menjadi pengusaha,” ujarnya.

Pada saat bekerja di Toyota tahun 1978 ia hanya berbekal ijazah SLTP. Namun keinginannya menjadi seorang pengusaha tidak pernah mati, sembari bekerja di Toyota pada malam harinya ia bersekolah SMA hingga lulus Akademi D3 komputer. Ketika bekerja di Toyota, ia pun bertekat menguasai semua bidang sehingga ia minta kepada atasannya supaya di-rolling dari satu bidang ke bidang lain.

Maka sejumlah bidang di industri otomotif ini sudah ia jalani. Mulai dari bidang pengelasan, press, pengepakan, pergudangan dan lainnya. Setelah ia memperoleh cukup ilmu akhirnya ia keluar untuk mendirikan perusahaan kecil-kecilan.
Secara kebetulan ketika di Toyota ia kenal dengan Setiadi, seorang teknisi mesin yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hubungan pertemanan ini berlanjut menjadi hubungan bisnis. Nur Dahyar lalu mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Nuansa Raya Dinamika (NRD) tahun 1997.

Modal awal pengembangan usaha NRD berasal dari pinjaman BNI sebesar Rp 50 juta. Pertama kali memperoleh order dari Pelindo lewat jasa temannya tersebut. Proyek yang ditanganinya adalah pembuatan 9 pemancar lampu (tower) senilai Rp 135 juta yang dilaksanakan dalam beberapa periode.

“Pada bulan pertama NRD menyelesaikan order sebesar Rp 15 juta tetapi biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 25 juta,” ujarnya. Hal ini wajar mengingat NRD harus menginvestasikan mesin dan peralatan lain. Setelah memiliki prospek yang baik koleganya tersebut mengajukan pensiun dini agar bisa fokus dalam mengembangkan perusahaan tersebut. Pada mulanya 100 persen saham dimiliki Nur Dahyar tetapi setelah Setiadi bergabung komposisi kepemilikan saham fity-fifty.

“Kami membina hubungan berdasarkan prinsip saling percaya, walaupun sering kali beda pendapat tetapi sampai sekarang masih bisa bertahan,” kata Setiadi. Jika Dahyar lebih menguasai proses produksi maka Setiadi menangani yang berkaitan masalah keuangan. Pembagian tugas yang jelas menyebabkan masing-masing orang tahu apa yang harus dilakukan dan bidang apa yang harus dikerjakan.

Beralih ke Besi/baja
Semula NRD memproduksi pallet yang terbuat dari kayu tetapi mulai tahun 2001 beralih dengan bahan baku dari besi/baja. Sejak tahun 2002 pallet buatan NRD semua berasal dai besi/baja. Hal ini disebabkan negara seperti Malaysia dan Australia sudah tidak mau menerima pallet yang terbuat dari kayu karena menciptakan masalah lingkungan.
Saat ini produk yang dihasilkan NRD tidak saja pallet baja tetapi juga peralatan konstruksi baja dan mesin-mesin sederhana. NRD telah berkembang menjadi tiga pabrik kecil yang menempati wilayah seluas 2560 meter persegi di daerah Semper. 55 persen produksi NRD untuk memasok kebutuhan Toyota sedangkan 45 persen kepada pelanggan lain. Tercatat beberapa perusahaan seperti PT Maersk Line, SCI, American Line, Mulia Keramik mengguanakan produk NRD.

Saat ini beberapa bank telah menyalurkan kredit pada UKM ini yakni Bank Niaga, Bank Permata dan Citibank. “Sekarang kredit yang bisa dikucurkan bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan seiring dengan perkembangan perusahaan,” kata Setiadi. Ia merasa bersyukur karena omzet perusahaan yang semula hanya dibawah Rp 100 juta sekarang sudah mencapai Rp 14 miliar.

Setiadi memperkirakan omset perusahaan di akhir tahun bisa mencapai Rp 20 miliar. Meskipun masih mengandalkan produksi pallet baja tetapi produk-produk lain non-pallet akan ditingkatkan. Pada 2005-2007, NRD ingin masuk pada pengembangan produk komponen mesin. Rencananya 2007-2010 investasi peralatan dan mesin-mesin sudah bisa dilakukan dan akhir tahun 2010 sudah bisa berproduksi.

Khusus bahan baku perusahaannya dipasok oleh PT Krakatau Steel melalui 5 distributor dan pipa dari perusahaan Bakrie. Sejauh ini pasokan lancar sehingga produksi tidak terganggu. Namun penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini menyebabkan kekhawatiran karena dampaknya sangat buruk bagi usahanya.

Sementara untuk jumlah karyawan terus meningkat dari tahun 1997 yang hanya Nur Dahyar dengan anggota keluarga saja. Tahun 1998 berjumlah 7 orang sekarang sudah berkembang menjadi 122 orang. Kebanyakan atau sekitar 78 orang merupakan lulusan smu, 3 dari akedemi, 6 orang univeritas dan sisanya pendidikan SD dan SMP.
Jepang ingin masuk setelah melihat prospek bisnis yang baik maka ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah rencana perusahaan Jepang melakukan investasi di sektor ini. Hal inilah yang dikhawatirkan karena bisa mengancam eksistensi NRD. Namun kebijakan Toyota yang tetap ingin mempertahankan partner lokal menyebabkan mereka belum bisa masuk.

Tetapi indikasi perusahaan Jepang ingin masuk ke sektor ini sudah ada. “Kami meminta pemerintah memperhatikan ini sebab secara modal dan teknologi mereka pasti tidak kalah,” kata Dahyar.
Sebelumnya tahun 2004 NRD juga terancam setelah produk-produk bajakan dengan harga murah dari Cina diselundupkan melalui berbagai pelabuhan. “Modusnya mereka bekerja sama dengan beberapa orang aparat bea cukai untuk meloloskannya,” ujarnya

Wasalam,

Salam FUNtastic !!!

Baca selengkapnya...

Monday, July 23, 2007

Kiroro Mirai



Artinya.....dicopy dari blognya ibu Yulia
Mirai e ( Menuju Masa Depan)

Coba liat jejak tapak kakimu,
itulah jalan yang sudah kau tempuh,
tapi coba lihat ke depan juga
itulah masa depanmu

Begitu banyak kebaikan yang sudah kuterima dari ibu
cinta dan kasih sayangnya silih berganti menemani
namun, waktu itu aku masih kanak-kanak,
belum mengerti semua itu..

Namun begitu, ibu selalu menggenggam erat tanganku
dan kita melangkah bersama

"mimpi itu harus setinggi langit
walau ada kekhawatiran, tetap saja mengejar impianmu!"
"karena itulah yang akan menjadi cerita hidupmu
jadi, jangan pernah menyerah!! "
"kalau bimbang dan ragu,
genggam tangan ibu, dan kita akan melangkah bersama "

Coba liat jejak tapak kakimu
Itulah jalan yang sudah kau tempuh
Tapi coba lihat ke depan juga
Itulah masa depanmu

Yuk, kita bersama-sama
melangkah perlahan menuju masa depan......

Baca selengkapnya...